Gawat! Ketika Sepakbola Tak Lagi Menyehatkan

Sepakbola tak lagi menyehatkan

Pada hakikatnya, sepakbola adalah salah satu jenis olahraga yang tentunya memiliki tujuan dasar seperti olahraga pada umumnya, yakni menyehatkan hidup para pemainnya.

Sepakbola tak lagi menyehatkan
Ketika sepakbola tidak lagi menyehatkan bagi para pemainnya

Maklum saja, sepakbola dimainkan selama 2 x 45 menit. Itu menandakan bahwa akan banyak kalori dalam tubuh yang terbakar. Terlebih, para pemain akan terus bergerak di atas lapangan yang tentu bakal menguras tenaga mereka.

Dahulu, ketika sepakbola masih bersifat amatir, yang dimana para pemainnya memainkan olahraga tersebut dengan sukarela. Tidak ada pemaksaan yang dirasakan oleh para pemain ketika bermain.

Para pemain pun juga tidak terlalu mengincar materi, yang hanya sekedar mencari sesuap nasi atau demi membuat asap dapur terus mengepul. Mereka murni bermain sepakbola hanya untuk kesehatan dan rekreasi.

Meski begitu, mereka tetap memainkan sepakbola dengan professionalitas. Dan mereka menganggap bahwa olahraga itu menyehatkan tubuh mereka serta kegiatan yang menyenangkan.

Namun sebaliknya, kini anggapan bahwa sepakbola itu menyehatkan sudah sedikit terdeviasi. Para pesepakbola harus tetap berjuang di atas lapangan, meskipun lapangan tersebut dalam keadaan tergenang air bahkan berlubang.

Tidak heran, sebagian pemain harus mengalami masalah cedera. Tak sedikit juga yang merasakan kaki berdarah, terkilir bahkan patah dan tentu harus membutuhkan perawatan yang memakan waktu lama. Tak jarang juga pemain harus terlihat begitu kelelahan di atas lapangan.

Kasus terbaru dalam dunia sepakbola yang menyangkut masalah kesehatan adalah peristiwa yang menimpa oleh Muamba.

Karena tensi pertandingan yang begitu tinggi dan memaksa dirinya harus tetap bermain dengan kualitas terbaik, membuat organ pentingnya, yakni jantung tidak lagi mampu menahan padatnya aktivitas di atas lapangan.

Salah Satu Kasus Sepakbola Terkait Kesehatan Pemain

Muamba bukanlah satu kasus yang pernah terjadi di dunia sepakbola. Tetapi jauh sebelum itu, terdapat salah satu kasus serupa yang berkaitan dengan kesehatan pemain.

Marc Vivien Foe
Marc Vivien Foe, menjadi salah satu kasus pesepakbola yang harus menghembuskan nafas terakhirnya di atas lapangan

Adalah, Marc Vivien Foe di tahun 2003. Pemain Internasional Kamerun itu harus menghembuskan nafas terakhirnya ketika dirinya membela Singa Gigih di partai semifinal Piala Konfederasi 2003.

Laga yang dihelat di Stade de Gerland, Lyon, Prancis itu, Foe secara tiba-tiba mengalami kolaps atau pingsan di menit ke 72. Lantas membuat tim medis langsung bergegas memberikan pertolongan pertama.

Bahkan tim medis membutuhkan waktu selama 45 menit untuk upaya memompa jantungnya. Namun nahas, setelah dirinya sampai di pusat medis stadion dengan keadaan masih hidup, tak lama berselang dia sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Pada otopsi pertama, tidak ditemukan penyebab kematian Foe. Namun ketika kembali di otopsi untuk kedua kalinya, mengungkapkan bahwa Foe mengalami kardiomiopati hipertrofik atau pembengkakan pada jantung.

FIFA Harus Lebih Memperhatikan Kesehatan Pesepakbola

Melihat kasus diatas dan beberapa kasus kesehatan yang menimpa para pemain sepakbola, seharusnya FIFA selaku otoritas tertinggi sepakbola dunia menciptakan terobosan baru demi dapat meminaimalisir kejadian serupa kembali terjadi di masa yang akan datang dan tentu mengembalikan fungsi utama sepakbola, yakni menyehatkan.

FIFA
FIFA seharusnya membuat sebuah terobosan terbaru terkait kesehatan pesepakbola

Walaupun memang FIFA telah memiliki standar khusus pertolongan pertama ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan terjadi di atas lapangan yang berkaitan dengan kesehatan pemain.

Dan FIFA juga telah mewajibkan setiap klub memiliki stadion dengan ruangan khusus kesehatan yang lengkap dengan peralatan dan tim medis yang telah memiliki lisensi dan profesional.

Namun nyatanya hal itu tidak cukup untuk menghindari kasus kesehatan para pesepakbola ketika berada di atas lapangan. Sehingga, FIFA wajib meluncurkan program ataupun ketentuan terbaru terkait kesehatan pemain sepakbola.

Bahaya! Cedera Kepala Menghantui Pesepakbola

Petr Cech

Sepakbola merupakan salah satu jenis olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik. Tidak heran para pemainnya sangat rentan untuk terkenda cedera. Mulai dari yang ringan seperti kram, hingga yang paling berbahaya yakni cedera kepala.

Petr Cech
Petr Cech mengalami cedera kepala

Cedera kepala sendiri memang terbagi lagi menjadi dua. Cedera yang berkisar ringan seperti lecet atau memar. Dan berkisar yang berat, seperti keretakan pada tengkorak dan gegar otak yang dapat berakibat fatal.

Salah satu kasus cedera yang paling terkenal di dunia dan pastinya kalian yang merupakan penggemar sepakbola pasti tahu kasus ini. Adalah cedera kepala yang dialami oleh salah satu penjaga gawang terbaik di Liga Primer Inggris, Petr Cech.

Kasus itu terjadi pada musim 2006/2007, dimana ketika Cech masih membela Chelsea pada laga melawan Reading. Cech terpaksa ditandu keluar setelah insiden tabrakan dengan Stephen Hunt.

Setelah diperiksa, ternyata pemain yang kini berseragam Arsenal itu mengalami keretakan pada bagian tengkorak atau fractured skull.

Sejak kejadian itu, Cech terpaksa harus mengenakan helm pengaman layaknya seorang pemain olahraga rugby di setiap pertandingannya. Demi menghindari berbagai hal yang dapat membahayakan dirinya.

Lantas bagaimana cara terbaik untuk terhindar dari berbagai cedera terkhusus pada bagian kepala yang sewaktu-waktu dapat menghampiri kita setiap bermain sepakbola?

Berikut ini langkah tepat bagi Anda agar terhindar dari cedera kepala.

Lakukan Hal Ini Untuk Anda Terhindar Dari Bahaya Cedera Kepala

Petr Cech
Petr Cech harus selalu mengenakan helm pelindung di setiap pertandingan
  • Gunakan Alat Pelindung

Apabila Anda merupakan seorang penggemar sepakbola Inggris, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan penjaga gawang Arsenal musim ini, Petr Cech yang selalu mengenakan helm pelindung ketika berlaga di atas lapangan hijau.

Sejak cedera yang dialaminya pada tahun 2006 lalu, Cech terpaksa harus selalu menggunakan helm pelindung. Demi terhindar dari berbagai ancaman yang dapat membahayakan dirinya.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dengan menggunakan headgear atau helm pelindung, maka dapat meminimalisir risiko cedera kepala akibat benturan dengan pemain lawan.

Terlebih lagi, menurut Delaney et al mengungkapkan bahwa seorang pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang sangat rentan mengalami cedera kepala.

Dengan kata lain, apabila Anda sebelumnya sudah pernah mengalami masalah pada bagian kepala, sebaiknya gunakan helm pelindung. Hal itu juga disarankan untuk semua pemain.

  • Hindari Teknik Yang Membahayakan

Walaupun Anda sudah mengenakan berbagai atribut pelindung, bukan berarti Anda akan terjamin dari berbagai cedera kepala. Sebaiknya hindari teknik yang dapat membahayakan diri Anda sendiri.

Seperti, bagi Anda seorang pemula atau yang masih berusia anak-anak, sebaiknya gunakan bola yang sesuai dengan standar. Sehingga ketika menyundul, kepala tidak akan terasa sakit atau pusing.

Latih juga cara menyundul yang baik dan benar. Latihan ada baiknya juga dibawah pengawasan sang pelatih.

Gunakan Ukuran Bola Yang Sesuai

Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan ukuran bola yang sesuai dengan ukuran tubuh. Hal itu akan memudahkan para pemain untuk mengontrol bola. Terlebih juga dapat mengurangi risiko cedera, semisal cedera kepala.

Ukuran bola
Ukuran bola harus sesuai dengan usia pemain sepakbola demi menghindari berbagai risiko cedera

Berikut ini ukuran bola yang sesuai dengan usia:

Bola no. 3 untuk para pemain sepakbola yang masih tergolong usia anak-anak, yakni dibawah 10 tahun.

Bola no.4 merupakan ukuran bola yang digunakan oleh para sepakbola dengan catatan usia antara 10 sampai 14 tahun.

Terakhir adalah bola no.5, ukuran ini adalah ukuran standar yang digunakan para pemain sepakbola diatas usia 14 tahun.

Gokil! Sepakbola Ternyata Lebih Dari Sekedar Permainan

Manfaat-Sepakbola

Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang saat ini paling banyak digemari oleh masyarakat di seluruh dunia dan bahkan selalu dinantikan banyak orang.

Sepakbola
Sepakbola menjadi salah satu jenis olahraga yang populer di dunia

Olahraga tersebut selalu menarik untuk disaksikan, banyak orang yang juga memilih untuk menjadi bagian dalam permainan ini.

Pada sejarahnya, sepakbola dikenal di Cina pada abad ke 2 dan ke 3 sebelum Masehi. Selain itu, jenis permainan serupa juga berkembang di Jepang dengan sebutan Kemari. Dan di Italia juga olahraga yang sama, tepatnya di abad ke-16.

Akan tetapi, Inggris menjadi negara yang mengembangkan permainan menendang bola itu. Bahkan pihak mereka telah membuat suatu peraturan dasar dalam memainkan sepakbola.

Dan sekitar tahun 1880-an negara dengan julukan Negeri Ratu Elizabeth itu mulai memperkenalkan permainan sepak bola ke seluruh negara di dunia.

Hingga di tahun 1904, suatu organisasi sepak bola dunia berdiri. Organisasi tersebut bernama FIFA. Kemudian, berbagai turnamen sepakbola mulai di pertandingkan di sejumlah negara.

Salah satu ajang sepakbola yang paling terkenal dan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh pencinta lapangan hijau adalah pergelaran Piala Dunia. Pasalnya, turnamen tersebut mempertemukan antar negara di seluru dunia.

Mungkin sebagian dari kalian bertanya-tanya, kenapa banyak sekali orang yang sangat mencintai jenis permainan ini.

Ternyata, sepakbola bukan hanya sekedar permainan belaka. Melainkan olahraga yang dapat menghilangkan rasa stress. Tidak hanya itu, sepakbola memiliki manfaat lainnya untuk kesehatan mental serta fisik.

Lantas, apa saja manfaat sepakbola dari segi kesehatan. Berikut ini tiga manfaat yang dapat kalian dapatkan ketika memainkan permainan ini.

Ini Dia Tiga Manfaat Sepakbola Untuk Kesehatan

Manfaat-Sepakbola
Berbagai manfaat sepakbola untuk kesehatan tubuh
  • Kesehatan Fisik

Sepakbola menjadi salah satu satu jenis olahraga yang sangat baik untuk melatih kemampuan fisik serta ketahanan kondisi badan. Pasalnya, ketika kalian memainkan permainan ini, makan kalian akan berlari dan berjalan terus menerus.

Hal itu tidak hanya berlaku untuk pemain yang berposisi sebagai bek, gelandang maupun penyerang, tetapi juga termasuk penjaga gawang yang selalu berada di bawah mistar gawang dan pergerakannya terbilang statis. Karena, kiper juga harus melompat demi menghindarkan bola masuk ke gawang.

Dengan berolahraga sepakbola, maka tulang dan otot menjadi semakin kuat. Selain itu, juga akan meningkatkan ketahanan daya tubuh. Organ jantung juga akan berkerja secara maksimal.

  • Kekuatan Mental

Baik buruknya seseorang memainkan permainan sepakbola itu tergantung pada kekuatan mental yang dimilikinya. Mental itu seperti suatu elemen fisik yang sudah melekat di dalam jiwa seorang pemain.

Dalam permainan ini, ada kalanya akan jatuh bangun tanpa mengenal kata menyerah. Hal itu serupa seperti kehidupan sebenarnya yang harus tetap diperjuangkan meski berbagai rintangan silih berganti.

Kecerdasan Otak

Tahukah kalian bahwa sepak bola itu juga dapat mencerdaskan otak? Ya, sepakbola tidak hanya sekedar permainan yang mengandalkan kekuatan fisik saja. Melainkan juga dituntut untuk cepat berpikir dalam memutuskan berbagai hal di atas lapangan.

Manfaat-Sepakbola
Sepakbola juga dapat mencerdaskan kemampuan otak

Sebagai contoh, apabila kalian merupakan seorang penyerang, maka tugas utama kalian adalah mencetak gol. Namun ketika berada di situasi yang kurang memungkinkan untuk melesakkan tendangan langsung ke arah gawang, maka kalian harus cepat mengambil keputusan, apakah bola akan kalian langsung tendang atau mengoper ke teman kalian.

Bahkan ketika tempo permainan lambat sekalipun, kalian harus berpikir cepat bagaimana caranya menciptakan sebuah peluang dalam menempatkan ataupun menendang bola dan juga menentukan posisi diri kalian sendiri.